Jl. Taratak Paneh No.8 Belakang Wisma Putri Adzkia Kel. Korong Gadang Padang

Berkunjung ke Kembaran Big Ben London di Bukittinggi: Jam Gadang

Berkunjung ke Kembaran Big Ben London di Bukittinggi: Jam Gadang

Apakah Anda pernah singgah atau mungkin mendengar menara jam yang populer di London? Namanya adalah Big Ben yang terletak di Istana Westminster, London, Inggris. Kalau belum tak usah khawatir karena sekarang Anda bisa mengunjungi kembarannya di Bukittinggi, Sumatra Barat yaitu Jam Gadang. Dari segi tampilannya kedua menara jam ini memang mirip jadi Anda tak perlu keluar banyak uang untuk membayar  tiket pesawat ke Inggris.

Jam Gadang Bukittinggi
(Images by bukittinggikota.go.id)

Mengenal Jam Gadang sebagai ikon wisata kota Bukittinggi

Menara jam yang terletak di Kota Bukittinggi ini dinamai“ Jam Gadang” atau bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maksudnya Jam Besar. Orang Minangkabau memang menyebut besar dengan“ Gadang”. Berdiri di atas tanah seluas 52 m persegi, tower jam kebanggaan warga Bukittinggi ini besarnya mencapai 26 m. Jadi  bukan tanpa alasan bila masyarakat setempat menyebutnya gadang. Keempat bagian sisi menara ini berdiameter 80 centimeter dan dahulu didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda. Bangunan ini dibuat 4 sisi agar orang dapat dapat mengetahui waktu yang ditunjukkan dari arah manapun.

Menara ini dahulu didirikan oleh Pemerintah Hindia- Belanda atas perintah Ratu Wilhelmina sebagai hadiah untuk HR Rookmaaker. Pada waktu itu dia menjabat sebagai sekretaris( controleur) Kota Bukittinggi( Fort de Kock). Sementara konstruksi bangunan tower jam ini dirancang oleh Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh, arsitek asli Minangkabau. Dibutuhkan dana mencapai 3000 gulden untuk membangun landmark yang diresmikan di tahun 1926.

Keunikan lain Jam Gadang

Bila Anda mencermati bagian lonceng jam, terdapat tulisan Vortmann Recklinghausen. Vortmann sendiri merupakan orang yang membuat jam ini, yaitu Benhard Vortmann dan Recklinghausen merupakan nama kota kecil di Jerman. Di kota inilah mesin jam tersebut diproduksi di tahun 1892. Konon pabrik pembuatannya hanya memproduksi 2 tipe mesin menara jam demikian ini. Satu mesin dipasang di menara Big Ben, London, sementara yang lainnya diperuntukkan bagi Jam Gadang. Jadi tak salah bukan, bila kedua icon wisata ini disebut kembar.

Penulisan angka untuk menampilkan waktu pada jam besar ini menggunakan angka romawi. Tetapi uniknya untuk angka‘ 4’ yang seharusnya tertulis “IV” malah ditulis ‘IIII’. Namun kesalahan inilah yang justru menjadi daya pikat serta membangkitkan penasaran para turis yang berkunjung ke Kota Bukittinggi.

Aktivitas seru di kawasan wisata Jam Gadang

Bila berkesempatan berlibur ke Bukittinggi, jangan lewatkan mencoba aktivitas liburan di sekitar obyek wisata, yaitu:

  1. Menaiki Tower Jam Gadang

Wisatan diizinkan untuk naik ke atas menara jam untuk melihat-lihat bagian dalam dari bangunan ini mulai dari lantai satu sampai empat. Dari puncak tower Anda dapat melihat keelokan Kota Bukittinggi serta mengagumi pesona 3 buah gunung: Gunung Sago, Gunung Marapi, serta Gunung Singgalang yang bersaput awan tipis.

  1. Wisata Kuliner

Di kawasan wisata ikonik ini terdapat beberapa warung serta rumah makan yang dapat Anda kunjungi untuk mencoba kuliner khas Kota Bukittinggi, seperti rendang, nasi kapau, sate padang, karupuak kuah, ampiang dadiah, ayam pop, itiak lado mudo, dan lain-lain. Di sinilah surganya kuliner bagi penyuka hidangan berbumbu.

  1. Wisata belanja

Di dekat Jam Besar ini terdapat pusat belanja Pasar Atas serta Pasar Dasar yang dapat Anda jelajahi buat berbelanja oleh- oleh khas Kota Bukittinggi. Produk-produk tersebut dapat Anda gunakan sendiri atau dibagi-bagikan sebagai buah tangan, seperti mukena Kerancang, kain songket, kain sulam Karancang, serta aneka makanan ringan yang lezat.

Sebelum menyudahi acara wisata Anda di Jam Gadang, jangan lupa berkeliling naik bendi, atau delman untuk melihat-lihat suasana di sekitar tempat ini.

featured images