Jl. Taratak Paneh No.8 Belakang Wisma Putri Adzkia Kel. Korong Gadang Padang

Berkunjung ke Puncak Mandeh Sumatera Barat

Berkunjung ke Puncak Mandeh Sumatera Barat

Kalau selama ini para wisatawan termasuk Anda mengenal Raja Ampat sebagai satu-satunya icon wisata snorkeling dan diving, berarti sudah waktunya menambah referensi obyek wisata Anda. faktanya di Sumatera Barat juga terdapat destinasi wisata demikian ini, yaitu Puncak Mandeh. Berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, spot petualangan ini lambat laun semakin menjadi buah bibir untuk para petualang, baik dari dalam serta mancanegara.

Alasannya, apalagi bila bukan karena panoramanya yang luar biasa indah dan sanggup membuat para pelancong senantiasa memiliki keinginan menyinggahi kembali kawasan wisata ini. Dapat dibilang, wisata alam kawasan Mandeh ini mempunyai tantangan yang lengkap. Mulai dari trekking atau bermain dengan bermacam biota laut dengan aktivitas selam atau snorkeling.

Puncak Mandeh di Pulau Mandeh

Pulau Mandeh sesungguhnya bukan nama suatu pulau, melainkan julukan dari sebagian pulau yang termasuk dalam kawasan perairan laut Pesisir Selatan Sumatera Barat. Wilayah inilah yang dinamakan Mandeh. Populernya kawasan Mandeh ini tidak terlepas dari keadaan alamnya yang masih dibilang perawan. Masyarakat setempat akhirnya memberi nama tempat ini dengan Pulau Mandeh. Banyak keunikan ditemui disini, mulai dari kondisi alam, penduduk yang ramah, dan beragam kearifan lokal dan tradisi.

Puncak Mandeh sejatinya sebutan bagi suatu tempat yang terletak di puncak perbukitan, dimana pengunjung dapat langsung menikmati panorama alam ke arah laut. Para pelancong biasanya mendaki bukit ini dan mengabadikannya dengan foto selfie atau wefie sebagaimana kebiasaan wisatawan milenial. Puncak bukit ini juga merupakan lokasi yang cocok untuk menyaksikan sunset. Pengelola bahkan menyediakan tempat khusus buat bersantai di kawasan berhawa sejuk ini untuk memandang langsung kecantikan alam kawasan wisata Mandeh.

Selain itu fasilitas penting juga sudah disediakan misalnya toilet dan tempat ibadah. Bagi pelancong yang ingin mengisi perut setelah puas bermain, terdapat warung-warunng menyediakan tempat bersantap nyaman untuk menikmati kuliner lezat serta minuman hangat.

Seperti  yang telah disinggung sebelumnya, obyek wisata alam ini begitu lengkap, ibarat taman bermain spot-spot petualangan yang tersedia sangat beragam. Sebut saja Pulau Sironjong besar serta Pulau Sironjong kecil, dan di sinilah salah satu tempat snorkelling dan diving yang mulai populer di kalangan wisatawan-wisatawan internasional. Sebelum mulai petualangan di bawah laut Anda bisa mengikuti tour jelajah pulau atau island hoping mengelilingi obyek wisata Mandeh ini.

Kalau ingin berkemah di Puncak Mandeh Anda bisa mengunjungi Pulau Setan yang memiliki banyak dataran landai, sangat cocok untuk memasang tenda. Tak hanya pemandangan bawah lautnya yang menakjubkan, sebelum menceburkan diri untuk diving atau snorkeling Anda pasti sudah terpukau dengan panorama perairannya yang menakjubkan. Gradasi air laut yang berwarna hijau jernih hingga kebiruan dengan permukaan berkilauan ditimpa pancaran sinar matahari tentu bukan pemandangan yang setiap hari dapat Anda nikmati.

Suguhan utama spot snorkeling ini tentu saja di bawah lautnya, seolah Anda dibawa berpetualangan ke dunia lain meluncur di air yang tenang ditemani aneka biota laut.  Selain itu Anda jugadapat melihat dari dekat beragam jenis terumbu karang yang menjadi rumah binatang-binatang laut yang mungil. Anda juga dapat menjelajahi area kapal Belanda yang karam ratusan tahun lalu.

Berikutnya Anda bisa menutup liburan di Puncak Mandeh ini dengan aktivitas ekstrem cliff jump atau melompat dari puncak tebing berketiggian 5 hingga 20 meter. Atraksi ini dapat dilakukan di Pulau Sironjong.  Nah, selamat liburan.

Bersantai di Pulau Pasumpahan

Bersantai di Pulau Pasumpahan

Bila selama ini destinasi wisata yang paling sering Anda kunjungi untuk liburan di pantai adalah Pulau Bali, di tahun ini cobalah menjajal Sumatra Barat untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda. Provinsi yang satu ini memang begitu kaya akan lokasi wisata alam dengan pemandangan menakjubkan, mulai dari hutan, perbukitan, danau, pemandangan bawah laut, hingga wisata pantai, salah satunya adalah Pulau Pasumpahan.

Mengenal Pulau Pasumpahan

Inilah salah satu destinasi wisata yang tak boleh terlewatkan bila Anda berkunjung ke Sumatera Barat. Pasumpahan adalah  suatu pulau kecil berpasir putih yang hening karena belum terlalu banyak dikunjungi. Selain pesona pasirnya yang putih bersih serta bertekstur lembut, panorama alam di tempat ini juga sangat eksotis, khas suasana pulau di kawasan tropis.

Obyek wisata ini terletak di sebelah barat pantai Padang, tepatnya di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat. Untuk menuju pulau  ini biasanya wisatawan berangkat dari Teluk Bungus, di dekat pusat kota Padang, menggunakan speed boat. yang terletak dekat dari Kota Padang .

Walaupun belum sepopuler obyek wisata lainnya di Padang, namun publikasi di sosial media yang masif tentang keelokan panorama lautnya membuat pulau ini mulai diminati oleh  turis lokal serta mancanegara yang merasa penasaran. Pulau mungil ini bertetangga dengan Pulau Sikuai, yang jaraknya sekitar 200 meter saja.

Aktivitas wisata di Pulau Pasumpahan 

Di pulau mungil nan cantik ini Anda bisa menikmati keindahan pemandangan alam serta bermain-main di tepi pantai. Berlarian mengejar ombak yang ramah di perairannya yang jernih, bermain bola voli di pantai, atau sekedar berjalan-jalan menjelajahi tempat wisata ini. Mengamati aktivitas nelayan yang memancing atau menjaring ikan di sekitar pantai pun sangat seru, terutama bagi anak-anak tentunya.

Pemandangan bawah laut di sekitar pulau pun sangat cantik dan Anda dapat menikmatinya dengan snorkeling atau diving. Berbeda dengan lokasi-lokasi spot diving lainnya yang sudah populer, tempat ini masih sangat terpelihara sehingga Anda bisa menyaksikan deretan terumbu karang beragam jenis dan warna di sini tanpa ada yang mengalami kerusakan. Merasakan sensasi berenang santai ditemani beragam biota laut tentunya merupakan pengalaman liburan yang menakjubkan dan sulit terlupakan.

Di sore hari menjelang senja jangan melewatkan pemandangan matahari terbenam yang begitu magis yang meninggalkan semburat cahaya keemasan di perairan pantai. Pada keadaan menjelang gelap inilah Anda bisa mengambil gambar siluet yang cantik namun berkesan misterius. Akan lebih menyenangkan menikmati suasana yang romantis ini bersama pasangan di Pulau Pasumpahan.

Mengingat semakin banyaknya wisatawan yang berminat untuk menghabiskan liburannya di pulau ini para investor dalam serta luar negeri mulai mengincarnya untuk dikelola secara serius dan professional sebagai bagian dari  industry wisata.  Hal ini tentunya membawa dampak yang positif, yaitu menambah pendapatan daerah. Namun perlu diingat agar upaya ini tidak sampai membawa dampak kerusakan lingkungan sehingga perlu kerjasama dari berbagai pihak.

Pulau mungil ini memang unik dan cocok sekali bagi Anda yang berniat merasakan liburan di pantai seolah berada di pulau pribadi. Obyek wisata Pulau Pasumpahan ini dapat diibaratkan sebagai salah satu dari gugusan kepulauan Seribu yang juga sering menjadi tempat untuk bersantai dan “kabur” sejenak dari riuhnya kehidupan di ibukota. Pasumpahan pun demikian, walaupun terletak di dekat ibukota provinsi, namun saat berada di tempat ini orang seakan terpisah sangat jauh dari kawasan perkotaan yang hiruk-pikuk.

Berpetualang ke Air Terjun Lembah Anai Sumatera Barat

Berpetualang ke Air Terjun Lembah Anai Sumatera Barat

Anda tentu masih ingat bahwa beberapa waktu yang lalu kuliner rendang dari Padang dinobatkan sebagai makanan paling lezat di dunia. Ini tentu menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke provinsi Sumatra Barat. Tak melulu kuliner lezat, provinsi ini sesungguhnya meyimpan keelokan alam luar biasa dan sangat cocok sebagai destinasi wisata keluarga atau pun bersama rekan-rekan. Salah satunya adalah Air Terjun Lembah Anai.

Mengenal obyek wisata Air Terjun Lembah Anai

Berada di kota Padang, bahkan pada jalur lintas Sumatra Padang- Bukittinggi, air terjun yang indah ini cukup difavoritkan sebagai tujuan wisata pada musim liburan. Anai waterfall ini merupakan bagian dari aliran sungai Batang Lurah dengan bagian hulunya di atas Gunung Singgalang. Obyek wisata ini adalah satu dari 7 air terjun yang termasuk dalam kawasan Cagar Alam Lembah Anai.

Memang dibutuhkan upaya yang lebih untuk menggapai kawasan cagar alam, paling tidak dibutuhkan 2 hingga 3 jam untuk trekking menyusuri hutan dan area persawahan sebelum tiba di lokasi air terjun. Selain itu bagi pendatang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini disarankan untuk menggunakan jasa pemandu.

Walaupun harus bersusah payah berjalan kaki menembus hutan, tapi percayalah saat tiba di obyek wisata Air Terjun Lembah Anai rasa lelah Anda akan terbayar lunas berganti kekaguman akan karunia Tuhan yang melimpahi tempat ini. Alam yang begitu elok mengitari air terjun berupa barisan perbukitan hijau di kaki gunung Singgalang seakan menjadi penambah pesona kecantikan air terjun di lembah Anai ini. Tidak jauh dari tempat wisata terlihat rangkaian rel kereta tua yang berkelok- kelok melintas di atas jalan raya. Tentu saja ini menambah keunikan destinasi wisata alam yang satu ini.

Bila beruntung, saat sedang trekking di sepanjang kawasan hutan lindung, Anda mungkin bisa melihat kelompok satwa kera ekor panjang, beruk, dan siamang yang bermain dan berayun di antara dahan-dahan pepohonan. Selain itu ada pula binatang berkaki empat semacam kancil, rusa, tapir, serta trenggiling. Sebagai pengobat rasa lelah setelah berpetualang di tempat ini, Anda bisa berenang di Kolam Pemandian Mega Permai. Lokasinya tak terlalu jauh, hanya sekitar 1 km saja dari hutan lindung tersebut.

Fasilitas di obyek wisata Air Terjun Lembah Anai

Mengingat popularitas obyek wisata ini yang semakin meningkat dari tahun ke tahun pengelola pun menambahkan berbagai sarana yang membuat acara liburan semakin nyaman. Beberapa di antaranya adalah tempat parkir yang luas, kios- kios oleh-oleh dan souvenir, rumah makan, sampai penginapan.

Bukan cuma populer di tanah air, obyek wisata air terjun ini faktanya juga cukup diminati wisatawan dari Malaysia. Negara jiran yang masih serumpun dengan kita, terutama masyarakat Minangkabau yang mempunyai ikatan erat dengan negara tetangga tersebut. Para turis dari Malaysia uniknya mempunyai sebutan sendiri untuk air terjun ini, yaitu Air Terjun Sejauh Masa.

Konon penyebutan tersebut karena sumber air di air terjun ini sama sekali tak pernah kering. Tentu saja ini karena hutan lindung dengan pepohonannya yang lebat telah menyediakan cadangan air untuk kawasan ini.

Bila berkesempatan untuk menjelajahi destinasi wisata alam Air Terjun Lembah Anai ini ingatlah untuk turut menjaga kelestariannya. Ingatlah bahwa selain obyek wisata, kawasan ini juga merupakan cagar alam yang didirikan untuk melindungi alam sekitar, termasuk hewan-hewan yang berumah di tempat ini dari kerusakan lingkungan.

**image by lancangkuning.com

Kembali ke alam di Lembah Harau Sumatra Barat

Kembali ke alam di Lembah Harau Sumatra Barat

Dengan berkendara sekitar 1, 5 jam dari Bukittinggi ke arah barat Anda akan menemukan panorama alam pegunungan menakjubkan yang pasti akan membuat Anda terkesiap. Bayangkan, selain disuguhi pemandangan alam deretan hijau pepohonan ditambah udaranya yang bersih dan seegar, di sini Anda juga dapat menikmati deretan air terjun dengan ketinggian 100 meter, serta 4 buah aliran sungai dengan airnya yang begitu jernih.  Obyek wisata tersebut adalah Lembah Harau yang cocok bagi mereka para penggemar wisata alam  yang  masih belum banyak dikunjungi atau masih perawan.

Cantiknya obyek wisata  Lembah Harau

Masyarakat setempat menyebut lembah ini dengan Lembah Arau, yang merupakan hamparan tanah luas yang dengan diapit oleh 2 tebing besar dengan posisi tegak lurus pada permukaan tanah yang seolah menyembunyikan destinasi wisata ini. Yang unik di tempat ini adalah keberadaan batuan pasir berwarna-warni yang umum ditemukan di ketinggian 100 m sampai 500 m. Kawasan Lembah Arau ini juga cukup produktif untuk pertanikan dan perkebunan. Tak heran sepanjang perjalanan menuju lokasi Anda dapat menyaksikan deretan perkebunan dan ladang milik masyarakat setempat.

Obyek wisata ini berlokasi di Kecamatan Harau, Kabupaten  Limpuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Jaraknya sekitar 138 kilometer dari Kota Padang. Dari kota Bukittinggi pun rutenya tidak berjarak begitu jauh, hanya sekitar 47 kilometer, sementara dari Payakumbuh hanya 18 kilometer dari. Walaupun tersembunyi faktanya untuk mengakses tempat ini tidaklah terlalu sulit.

Anda juga tidak perlu membayar harga tiket masuk atau pun retribusi untuk menikmati wisata alam Lembah Harau ini. Meskipun gratis tapi sarana yang tersedia bagi para wisatawan pun sudah sangat mencukupi. Bagi penggemar foto, pengelola juga telah menambahkan spot menawan nan instagenic yang bisa Anda manfaatkan. Setelah itu Anda dapat langsung mengunggahnya ke akun media sosial dan lihatlah berapa banyak “likes” yang bisa Anda peroleh.

Fasilitas yang dimaksud adalah taman bermain,  jogging track, beberapa koleksi binatang, wahana bermain khusus anak, tempat ibadah, dan toilet. Bila ingin pergi berombongan pun tak masalah karena lahan parkir yang tersedia pun cukup luas. Saat mengakhiri kunjungan di obyek wisata ini jangan lupa mendatangi kios- kios souvenir untuk berbelanja buah tangan khas Sumatera Barat untuk  teman-teman dan kerabat.

Selain tempat wisata Lembah Arau ini juga telah ditetapkan sebagai cagar alam untuk satwa asli Sumatera Barat yang terancam kepunahan, seperti simpai, tapir, landak, kambing hutan, monyet ekor panjang ,  beruang, hingga harimau sumatera, serta beberapa spesies burung, salah satunya Burung Enggang yang mulai langka keberadaannya. Terdapat sekitar 19 spesies burung yang dilindungi di cagar alam ini. Penetapan kawasan ini sebagai hutan lindung bahkan telah dilakukan sejak zaman Belanda.

Di Lembah Harau terdapat 4 buah air terjun yang bisa dinimati oleh wisatawan, yaitu air terjun Sarasah Murai, Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta dan pula Sarasah Aie Angek. Keempat air terjun tersebut terletak di Resort Sarasah Bunta. Pasti seru sekali berjalan-jalan di tepiannya sambil menikmati tempias air yang jernih setelah terhempas pada batuan di dasarnya.

Keelokan objek wisata Lembah Harau ternyata telah diketahui semenjak jaman pemerintahan Hindia Belanda. Buktinya, pada salah satu kawasan Air Terjun Sarasah Bunta pernah dibangun suatu prasasti, tepatnya pada 14 Agustus 1926 J. H. Gram Boissevain, seorang Belanda yang pada waktu itu menjabat sebagai Asisten residen Lima Puluh Kota. Konon prasasti  tersebut dibuat karena dirinya terkesima dengan keelokan panorama alam lembah.

Menikmati Keindahan Danau Kembar di Sumatra Barat

Menikmati Keindahan Danau Kembar di Sumatra Barat

Berbicara tentang wisata alam, provinsi Sumatra Barat seolah tak pernah kehabisan tempat-tempat yang cantik untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Kabupaten Solok yang kaya akan danau- danau indah serta panorama alam menakjubkan sehingga kerap menjadi tujuan liburan para pelancong dari berbagai penjuru Sumatra. Wilayah yang dengan lahan yang tak hanya indah tapi juga subur ini terletak di ketinggian 400- 1. 700 mdpl dan menyimpan obyek wisata 4 buah danau. Tentu saja masing-masing mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri, namun yang paling direkomendasikan bagi Anda adalah danau kembar.

Mengenal obyek wisata danau kembar

Danau kembar adalah 2 buah danah yang disebut Danau Diateh(di atas) serta Danau Dibawah dan kemiripan kondisi geografisnya yang membuat masyarakat setempat menyebutnya kembar. Obyek wisata ini terdapat di Kabupaten Solok, tepatnya di daerah Alahan Panjang, Sumatera Barat ini dan letak keduanya dipisahkan oleh bukit kecil selebar 300 meter saja.

Danau kembar yang keindahannya betul- betul bagaikana pinang dibelah 2 ini, cuma dibedakan oleh ketinggian serta kedalaman perairannya. Danau Di Ateh mempunyai kedalaman cuma 44 meter dengan luas sekitar 17 m persegi dan berada di ketinggian 1. 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara kembarannya yang sedikit terletak lebih rendah memiliki kedalamaan lebih dari 800 m dengan luas nyaris sama. Posisinya adalah pada ketinggian 1. 566 mdpl.

Satu hal lagi yang unik dari destinasi wisata ini adalah danau yang terletak lebih tinggi malah dinamakan Danau Di Bawah sedangkan yang berada di ketinggian lebih rendah justru disebut Danau Di Atas. Saat ini memang popularitas danau wisata ini masih kalah dibandingkan Danau Singkarak walaupun sesungguhnya mempunyai keindahan alam yang tak kalah indah. Pada kawasan di sekitar dana juga terdapat kebun teh, petak-petak bunga liar, serta beberapa pohon markisa.

Aktivitas wisata di danau kembar

Sebagaimana obyek wisata danau lainnya aktivitas liburan yang dapat Anda nikmati di sini adalah memancing sambil disuguhi pemandangan alam Gunung Api Talang yang masih aktif hingga kini. Atraksi wisata yang banyak difavoritkan adalah menjelajahi Danau Diateh dengan perahu sewaan untuk mengagumi keelokan panorama alam sambil meluncur di peraian yang tenang beriak kecil saat perahu membelah danau.

Tarif sewa perahunya pun sangat terjangkau, cukup 5 ribu per pengunjung. Perlu diketahui bahwa kawasan Danau Dibawah tak disarankan untuk beraktivitas di perairan mengingat kondisinya yang cukup dalam. Untuk menikmati kecantikan alam di obyek wisata ini Anda cukup merogoh kantong 5 ribu rupiah saja. Sangat bersahabat, bukan?

Tempat ini juga cocok dijadikan lokasi outbound serta trekking untuk kantor, sekolah, kampus, komunitas, dan lain-lain. Bila letih sehabis menjelajah wisata ala mini seharian, Anda dapat rehat di gazebo pinggir danau atau berbelanja aksesoris untuk oleh- oleh yang dijajakan di warung- warung kecil di sekitar. Selain itu ada oleh-oleh khas dari destinasi wisata danau kembar yang pasti disukai para wanita.

Buah tangan yang dimaksud adalah rangakaian bunga yang disebut Bungo Sarai Gunuang yang berwarna merah. Selain bentuknya yang cantik bunga liar ini juga bertahan cukup lama sebagai hiasan.  Harganya mulai 5 ribu rupiah hingga yang termahal 15 ribu rupiah saja.

Obyek wisata danau kembar ini dapat dicapai dengan berkendara selama 2 jam dari pusat kota Padang. Dengan jarak hanya 60 km serta medan perjalanan yang ramah tentunya tak perlu ragu lagi untuk menjadwalkan liburan Anda ke tempat ini.

 

Menelusuri Jejak Sejarah Di Istana Pagaruyung, Padang

Menelusuri Jejak Sejarah Di Istana Pagaruyung, Padang

Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Istana Basa dan bila Anda berkunjung ke kota Padang, rasanya belum lengkap bila tak singgah ke obyek wisata sejarah yang satu ini. Istana Basa atau Istana Pagaruyung terletak di dasar kaki gunung yang menawan, tepatnya di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.  Dari pusat kota Padang jaraknya sekitar 100 km, namun dari kota Batusangkar cukup dekat, yaitu 5 km saja. Bila diperhatikan, lokasi kawasan wisata ini terletak cukup strategis dan dari berbagai penjuru kota di Sumatera Barat mudah diakses.

Mengenal obyek wisata Istana Pagaruyung

Istana yang megah ini dapat dibilang merupakan Replika, jadi bukan istana aslinya. Mengapa Replika? Sebab Istana Pagaruyung pernah mengalami kebakaran hingga 3 kali dan selalu dibangun kembali dengan bentuk yang sama. Kebakaran paling hebat adalah yang terjadi di tahun 2007. Penyebabnya adalah karena  tersambar Petir.

Akibatnya nyaris segala dokumen serta kain-kain peninggalan budaya yang dikoleksi disini hangus tak bersisa. Beberapa barang kuno yang dapat diselamatkan lalu dipindahkan ke Istano Silinduang Bulan untuk mencegah kerusakan barang-barang berharga ini karena berbagai sebab.

Istana ini  dibangun di masa abad ke- 17 dengan bentuk arsitektur yang unik dan mengandung filosofi serta kearifan lokal masyarakat Minang yang luhur.  Bentuk dasarnya berupa 4 persegi panjang semacam rumah panggung dengan atap lancip yang menonjol sebagaimana tanduk kerbau.

Bagian inilah yang biasa disebut gonjong. Bangunan istana ini kental dengan komponen-komponen bangunan tradisional yaitu tabuah, rangkaian patah 9, surau, dan lain-lain. Di berbagai sudut bangunannya didominasi ukiran bercorak unik serta warna-warna cerah khas Minang. Bagian-bagian tersebut merupakan perwujudan falsafah sejarah serta budaya Minangkabau yang kental.

Di dalam bangunan Istana Pagaruyung berlantai 3 ini terdapat dari 11 gonjong dan 72 tonggak. Hingga saat ini beberapa aset kerajaan masih terpelihara serta dilindungi dengan baik. Di pelataran istana terdapat bangunan yang dinamanan Medan Nan Bapaneh bagaikan tempat musyawarah para pejabat istana serta Bundo Kanduang. Masyarakat Minang sejak dahulu memang memiliki kultur kental yang berhubungan dengan emansipasi perempuan di Minangkabau.

Kondisi dalam Istana Pagaruyung

Masuk ke dalam istana Anda akan disambut dengan kain daerah bercorak aneka warni sebagai penghias di hampir semua ruangan. Atap bangunan ini dihiasi lampu- lampu klasik dengan ornamen kain bercorak kuning dan orange. Berikutya ada bagian sebagaimana panggung lengkap dengan bantal-bantal duduk serta tak lupa untaian kain-kain dekorasi. Jangan lupa melepas alas kaki sebelum memasuki bangunan ini sebagai bentuk penghormatan.

Beberapa bagian unik di dalam istana yang banyak menarik perhatian pengunjung

Batu tapakan – Pada bagian bawah jenjang di bagian depan bangunan ada batu yang dahulu dijadikan tempat bertumpu dan mencuci kaki sebelum masuk istana. Selain itu ada pula guci berisi air dilengkapi gayung.

Anjuang Perak – Di tempat inilah para wanita berkumpul untuk bermusyawarah dengan dipimpin oleh permaisuri yang disebut Bundo Kanduang.

Anjuang Rajo Babandiang – Ruangan ini berada lantai pertama bagian kanan dan diperuntukkan sebagai ruang sidang yang dipimpin oleh Raja sekaligus Ratu.

Anjuang Paranginan – Ruangan di lantai dua ini digunakan sebagai tempat berkumpul para putri raja yang masih belum menikah.

Singgasana – Sebagaimana singgasana di istana lain di sini terdapat tepat duduk untuk raja dan ratu di ruangan utama di lantai 1. Di Istana Pagaruyung pada bagian ini terpasang foto Sultan Alam Bagagarsyah yang dulu pernah memerintah di istana tersebut.

Semoga bermanfaat!

Mengunjungi  Wisata Tambang Sawahlunto

Mengunjungi Wisata Tambang Sawahlunto

Berkunjung ke Provinsi Sumatra Barat Ada dijamin tak akan kekurangan obyek wisata alam yang menakjubkan, salah satunya wisata tambang Sawahlunto dengan sejuta pesonanya yang luar biasa. Pengunjung kota ini relative sedikit karena letaknya yag tersembunyi dan belum banyak orang yang mengeksplor keindahannya.

Kota yang tadinya diketahui penghasil batubara terbaik di dunia dan menyimpan banyak jejak sejarah tanah air kita. Sawahlunto terletak dekat dari pusat ibukota Sumatera Barat, kota Padang, yaitu  sekitar 90 kilometer saja. Dahulu wilayah ini banyak disukai oleh pejabat Belanda sebagai kawasan tempat tinggal dan peristirahatan sehingga tak mengherankan bila banyak ditemui bangunan- bangunan peninggalan Belanda.

Mengenal wisata tambang Sawahlunto

Di Sawahlunto terdapat 3 kawasan obyek wisata yang seluruhnya berhubungan dengan sejarah kota penghasil batubara ini. Berikut ulasannya satu persatu.

Lubang Tambang Mbah Soero

Objek wisata sejarah ini terletak di kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Terowongan sejauh 185 m ini dibangun di tahun 1898, pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Lubang Soero diambil dari nama seseorang mandor pekerja paksa, Mbah Soero. Inilah lubang tambang batubara yang ada pertama kali di Sawahlunto. Mbah Soero sendiri konon yang memimpin para buruh paksa dalam penggalian lubang tersebut.

Berdekatan dengan objek wisata Lubang Soero, didirikan Gedung Info Box yang menyimpan beragam data serta dokumentasi sejarah pertambangan batu bara di kota ini. Di depan lubang dapat kita lihat patung 2 orang pekerja dengan aktivitasnya, sebuah patung kereta kecil berisi batubara, serta 1 orang mandor. Wisatawan dapat menjelajahi bekas tambang tersebut dengan menuruni barisan anak tangga menuju ke bawah. Bila ditelusuri hingga ke ujung galian tambang, panjangnya mencapai ratusan m dan dilengkapi 2 pintu angin.

Wisata tambang Sawahlunto Mbah Soero ini pernah ditutup pada tahun 1932 karena rembesan air yang cukup deras hingga kemudian kembali dibuka khusus sebagai destinasi wisata pada tahun 2007.

Museum Gudang Ransum

Setelah puas menelusuri jejak sejarah di Lubang Tambang Mbah Soero, destinasi kedua berjarak tidak jauh dari tempat ini, yaitu Museum Gudang Ransum. Pemerintah Hindia membangun tempat tersebut pada tahun 1918 dan difungsikan sebagai dapur umum untuk memasak makanan bagi para pekerja tambang beserta keluarganya yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Tidak heran bila jumlah beras yang dimasak tiap harinya bisa berjumlah nyaris 4. 000 kg.

Tak hanya dapur umum, di kompleks bangunan ini terdapat pula pabrik es batangan, rumah sakit, steam generator, sampai rumah potong hewan. Benda-benda peninggalan yang masih dapat disaksikan hingga hari ini adalah  2 buah tungku pembakaran berdimensi raksasa yang dibuat di tahun 1894. Tungku tersebut asli buatan Belanda, tepatnya diproduksi oleh Pabrik Rohrendampfkesselfabrik.

Museum Kereta Api Sawahlunto

Obyek wisata ketiga yang  tak boleh Anda lewatkan di obyek wisata tambang Sawahlunto adalah Musem Kereta Api Sawahlunto yang terletak di Stasiun Sawahlunto. Inilah Museum Kereta Api kedua di Indonesia selain museum kereta di Ambarawa, Jawa Tengah. Kereta api ini dahulu berfungsi untuk pengangkutan batubara, dan Pemerintah Hindia Belanda membangun jalan kereta api yang menghubungkan Sawahlunto– Muara Kalaban– Solok– Batu Tabal– Padang Panjang– Kayu Tanam– Teluk Bayur.

Sambil menikmati wisata sejarah dari kawasan bekas pertambangan ini Anda pun dapat pula menikmati atmosfer kota tambang ini. Jalanan di Sawahlunto memang jarang yang berukuran lebar namun tertata rapi dan bersih. Jalanan kota dibangun berkelok- kelok membelah sebagian bangunan tua yang masih terpelihara dengan apik, membawa kita seolah kembali ke beberapa ratus tahun yang lalu.

Pastinya akan seru sekali menghabiskan liburan di obyek wisata tambang Sawahlunto.

**Images by sawahluntotourism.com

Berkunjung ke Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis

Berkunjung ke Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis

Bila menyebut tentang anak durhaka, benak kita tentu langsung tertuju kepada legenda Malin Kundang di Sumatra Barat. Begitu populernya legenda ini sehingga tak jarang wisatawan mengunjungi Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis demi menuntaskan rasa penasaran tentang penampakan batu tersebut. Saat pertama kali menyaksikannya Anda mungkin mengira bahwa itu tumpukan batu saja, tapi bila diperhatikan lebih jeli Anda bisa melihat sesosok pria yang tengah bersujud atau telungkup menghadap tanah.

Tidak jauh dari lokasi ini terdapat pula bebatuan besar yang tersebar dan masyarakat setempat percaya bahwa ini adalah puing-puing kapal besar kepunyaan Malin Kundang yang telah membatu. Lokasi tersebut juga dinaungi suasana yang agak mistis. Beberapa orang konon mendengar suara seperti orang menangis saat ombak besar menerpa batuan tersebut. Konon inilah tangis si Malin Kundang yang menyesali perbuatannya.

Keindahan obyek wisata Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis

Tak dapat dipungkiri bahwa daya tarik obyek wisata ini adalah Batu Malin Kundang yang murni merupakan bentukan alam tanpa campur tangan manusia. Setelah puas mengamati si Anak Durhaka ini, sekarang waktunya menikmati Pantai Air Manis pada acara liburan Anda ke Sumatra kali ini. Daya pikat destinasi wisata Air Manis terletak pada pasirnya yang berwarna coklat bersemu putih dan terhampar di sepanjang bibir pantai nan landai. Teksturnya yang lembut membuat berbagai aktivitas Anda di tempat ini sangat nyaman.

Tipe ombak di Pantai Air Manis sangat cocok sebagai lokasi selancar dan pada  bulan-bulan tertentu inilah aktivitas yang banyak difavoritkan wisatawan.  Selain itu Anda juga bisa berkemah di tempat ini untuk menikmati bermalam di bawah bintang-bintang. Jangan  lewatkan pemandangan sunset di pantai yang menakjubkan, saat matahari terbenam menyisakan pendar-pendar merah keemasan sebelum berganti  dengan kegelapan senja.

Bercengkrama dengan monyet-monyet jinak di  Pulau Pisang Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis

Tidak jauh dari destinasi wisata pantai ini, ada suatu pulau yang lumayan menarik minat para wisatawan. Pulau tersebut merupakan Pulau Pisang Kecil. Tidak cuma itu, bila air laut lagi surut, Anda dapat berjalan kaki saja menuju pulau tanpa perlu naik sampan.

Pulau Pisang  luasnya hanya sekitar 1 Hektar yang terletak cukup dekat dari tepi Pantai Air Manis. Pulau ini bisa menjadi tempat piknik Anda sembari menyantap bekal santapan yang Anda bawa Tetapi harus diingat, Anda tidak dapat berlama- lama tinggal di sini karena air laut akan berangsur- angsur naik beberapa jam kemudian. Bila sudah demikian Anda akan kesulitan kembali ke tepi Pantai Air Manis.

Pulau Pisang yang bertetangga dengan Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis ini merupakan habitat dari kera-kera yang jinak. Selain itu mereka juga sudah terbiasa dengan keberadaan manusia di tempat tinggal mereka. Tak sedikit wisatawan yang memberi mereka makanan. Yang penting untuk diingat adalah jangan sampai Anda meninggalkan sampah atau segala sesuatu yang dapat mengotori atau menjadi sumber pencemaran di tempat yang cantik ini.

Pengelola rupanya berniat mengoptimalkan fasilitas yang tersedia di lokasi wisata ini demi kenyamanan pengunjung. Tempat ini menyediakan tempat ibadah, lapangan parkir yang luas, serta toilet yang bersih. Selain itu wisatawan juga bisa menyewa payung pantai untuk melindungi dari terik matahari. Untuk buah tangan Anda juga bisa membeli aneka kerajinan tangan yang dibuat dari hasil laut di sekitar pantai. Nah, semoga ulasan ini bisa menjadi referensi yang berguna untuk liburan Anda ke Batu Malin Kundang/Pantai Air Manis.

**images by kelanaku.com

Melepas Stress di Ngarai Sianok

Melepas Stress di Ngarai Sianok

Bukittinggi adalah kota di Sumatra Barat yang memiliki struktur geografis dataran luas dikelilingi kontur alam berbukit- bukit. Keadaan alam tersebut merupakan anugerah bagi kota berhawa yang sejuk ini karenya menyuguhkan panorama alam yang sangat cantik di nyaris segala penjuru. Selain itu tanah di kota Bukittinggi pun sangat produktif baik untuk bertani atau berkebun. Salah satu obyek wisata yang cukup populer di kota ini adalah Ngarai Sianok yang cocok bagi Anda penggemar wisata alam.

 

Mengenal obyek wisata Ngarai Sianok

Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang terletak di tengah Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Lembah yang panjang serta berkelok- kelok ini terletak di bagian selatan Ngarai Koto Gadang sampai Ngarai Sianok 6 Suku, dan berakhir di Palupuh. Lembah curam ini memiliki kedalaman 100 meter serta panjang kurang lebih 15 kilometer, dan lebar 200 meter.

 

Ngarai ini bisa dibilang sebagai dinding pemisah Pulau Sumatra menjadi 2 bagian yang memanjang. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Patahan Semangko. Patahan yang dindingnya sangat curam dan tegak lurus ini membentuk lembah yang hijau asri. Hal ini merupakan bentukan alam yang merupakan dampak gerakan penurunan kulit bumi (sinklinal).

 

Karena fenomena tersebut, bertahun-tahun kemudian terciptalah kawasan yang subur dengan pemandangan indah tersebut. Tidak sekedar panorama alam tebing curam saja, di sini wisatawan juga dapat menikmati Batang Sianok atau Sungai Sianok yang mengalir pada  Ngarai Sianok. Aliran airnya yang cukup deras serta jernih ini bermuara di Samudera Hindia dan kerap dijadikan lokasi berbagai olahraga air seperti arung jeram, kano, atau tubing.

 

Kawasan ini mempunyai istilah lain, yaitu Lembah Pendiam, sebab suasananya begitu tenang dan damai. Didukung dengan udaranya yang bersih serta sejuk, diiringi latar suara kicauan burung serta gemericik air sungai, tak salah bila tempat ini banyak menjadi tujuan bersantai mereka yang ingin melepas stress karena rutinitas sehari-hari.

 

Aktivitas wisata di Ngarai Sianok

Di akhir pekan cukup banyak warga Bukittinggi yang menghabiskan liburannya dengan berolahraga di sekitar ngarai.  Beragam aktivitas yang dapat Anda coba adalah trekking, bersepeda gunung, atau pun cukup berjalan- jalan ringan bersama keluarga. Bila beruntung Anda mungkin bisa menemukan bunga rafflesia atau mungkin satwa liar seperti siamang dan monyet ekor panjang. Pada bagian hutan yang lebih dalam konon masih bisa ditemukan babi hutan, tapir asia, bahkan macan tutul.

 

Akses ke lokasi

Untuk menuju tempat ini Anda bisa menumpang kendaraan pribadi atau angkutan umum selama 2 jam dari pusat kota Bukittinggi. Cukup mudah menemukan angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke tempat tersebut  mengingat kawasan ini adalah obyek wisata yang cukup populer. Berbagai agen travel juga umumnya menjadwalkan klien untuk mengunjungi obyek wisata ini. Untuk menikmati pemandangan secantik ini pengelola juga tak membebankan tarif retribusi yang terlalu mahal, cukup 4 ribu rupiah saja.

 

Bila ingin bermalam Anda dapat menginap di beberapa hotel, resort, atau vila yang cukup nyaman di sekitar kawasan wisata. Bagi yang ingin berwisata kuliner dengan mencicipi makanan khas Bukittinggi, di sekitar lokasi juga terdapat banyak warung tenda yang menyediakan berbagai hidangan khas Sumatra Barat, tapi yang menjadi favorit banyak orang di sini adalah Nasi Kapau di Pasar Lereng.

 

Nah, selamat liburan ke Ngarai Sianok, ingatlah untuk selalu  turut serta menjaga kelestarian alam di kawasan wisata tersebut.

Berkunjung ke Kembaran Big Ben London di Bukittinggi: Jam Gadang

Berkunjung ke Kembaran Big Ben London di Bukittinggi: Jam Gadang

Apakah Anda pernah singgah atau mungkin mendengar menara jam yang populer di London? Namanya adalah Big Ben yang terletak di Istana Westminster, London, Inggris. Kalau belum tak usah khawatir karena sekarang Anda bisa mengunjungi kembarannya di Bukittinggi, Sumatra Barat yaitu Jam Gadang. Dari segi tampilannya kedua menara jam ini memang mirip jadi Anda tak perlu keluar banyak uang untuk membayar  tiket pesawat ke Inggris.

Jam Gadang Bukittinggi
(Images by bukittinggikota.go.id)

Mengenal Jam Gadang sebagai ikon wisata kota Bukittinggi

Menara jam yang terletak di Kota Bukittinggi ini dinamai“ Jam Gadang” atau bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maksudnya Jam Besar. Orang Minangkabau memang menyebut besar dengan“ Gadang”. Berdiri di atas tanah seluas 52 m persegi, tower jam kebanggaan warga Bukittinggi ini besarnya mencapai 26 m. Jadi  bukan tanpa alasan bila masyarakat setempat menyebutnya gadang. Keempat bagian sisi menara ini berdiameter 80 centimeter dan dahulu didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda. Bangunan ini dibuat 4 sisi agar orang dapat dapat mengetahui waktu yang ditunjukkan dari arah manapun.

Menara ini dahulu didirikan oleh Pemerintah Hindia- Belanda atas perintah Ratu Wilhelmina sebagai hadiah untuk HR Rookmaaker. Pada waktu itu dia menjabat sebagai sekretaris( controleur) Kota Bukittinggi( Fort de Kock). Sementara konstruksi bangunan tower jam ini dirancang oleh Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh, arsitek asli Minangkabau. Dibutuhkan dana mencapai 3000 gulden untuk membangun landmark yang diresmikan di tahun 1926.

Keunikan lain Jam Gadang

Bila Anda mencermati bagian lonceng jam, terdapat tulisan Vortmann Recklinghausen. Vortmann sendiri merupakan orang yang membuat jam ini, yaitu Benhard Vortmann dan Recklinghausen merupakan nama kota kecil di Jerman. Di kota inilah mesin jam tersebut diproduksi di tahun 1892. Konon pabrik pembuatannya hanya memproduksi 2 tipe mesin menara jam demikian ini. Satu mesin dipasang di menara Big Ben, London, sementara yang lainnya diperuntukkan bagi Jam Gadang. Jadi tak salah bukan, bila kedua icon wisata ini disebut kembar.

Penulisan angka untuk menampilkan waktu pada jam besar ini menggunakan angka romawi. Tetapi uniknya untuk angka‘ 4’ yang seharusnya tertulis “IV” malah ditulis ‘IIII’. Namun kesalahan inilah yang justru menjadi daya pikat serta membangkitkan penasaran para turis yang berkunjung ke Kota Bukittinggi.

Aktivitas seru di kawasan wisata Jam Gadang

Bila berkesempatan berlibur ke Bukittinggi, jangan lewatkan mencoba aktivitas liburan di sekitar obyek wisata, yaitu:

  1. Menaiki Tower Jam Gadang

Wisatan diizinkan untuk naik ke atas menara jam untuk melihat-lihat bagian dalam dari bangunan ini mulai dari lantai satu sampai empat. Dari puncak tower Anda dapat melihat keelokan Kota Bukittinggi serta mengagumi pesona 3 buah gunung: Gunung Sago, Gunung Marapi, serta Gunung Singgalang yang bersaput awan tipis.

  1. Wisata Kuliner

Di kawasan wisata ikonik ini terdapat beberapa warung serta rumah makan yang dapat Anda kunjungi untuk mencoba kuliner khas Kota Bukittinggi, seperti rendang, nasi kapau, sate padang, karupuak kuah, ampiang dadiah, ayam pop, itiak lado mudo, dan lain-lain. Di sinilah surganya kuliner bagi penyuka hidangan berbumbu.

  1. Wisata belanja

Di dekat Jam Besar ini terdapat pusat belanja Pasar Atas serta Pasar Dasar yang dapat Anda jelajahi buat berbelanja oleh- oleh khas Kota Bukittinggi. Produk-produk tersebut dapat Anda gunakan sendiri atau dibagi-bagikan sebagai buah tangan, seperti mukena Kerancang, kain songket, kain sulam Karancang, serta aneka makanan ringan yang lezat.

Sebelum menyudahi acara wisata Anda di Jam Gadang, jangan lupa berkeliling naik bendi, atau delman untuk melihat-lihat suasana di sekitar tempat ini.

featured images